News,  Seni

Roby Dwi Antono Dan Jebolan Karyanya

Menilik Roby Dwi Antono Dan Jebolan Karyanya

Diantara beberapa jenis lukisan, aliran surealis memiliki kelompok penggemar dan juga pelukis yang seolah tak pernah berhenti muncul dari berbagai negara. Indonesia pun patut bangga ketika salah satu putra terbaik bangsa, Roby Dwi Antoro, mampu melahirkan karya yang diakui seniman dunia lainnya. Siapa seniman ini dan bagaimana ia menerobos pasar dunia dengan jebolan karyanya?

Kisah Pemula Yang Mendunia

Meskipun sudah banyak penikmat seni yang mengakui hasil karyanya, nama Roby belum dikenal secara umum. Seniman sederhana ini lahir di kota Ambarawa, Semarang. Sebelum menjadi pelukis surealis seperti sekarang, Roby telah menyukai dunia gambar sejak kecil. Sebagai bentuk kecintaannya pada bentuk dan perpaduan bentuk, ia banyak mengikuti lomba menggambar dari tingkat SD hingga SMP.

 

Sayangnya, usaha yang dilakukannya di jenjang pendidikan dasar tersebut tak memberikan hasil apapun. Demi mengasah keahliannya dalam bidang lukisan surealis, Roby menempuh pendidikan di SMK Grafika. Siapa sangka jika para guru disana mengajarkannya desain grafis dan tak menyentuh lukisan surealis sama sekali? Tak ingin menyerah pada keadaan, Roby pun mempelajari teknik surealis secara otodidak.

 

Perpaduan Unsur

Inspirasi Roby Dwi Antono dalam membuat karya surealis banyak dipengaruhi oleh Mark Ryden, yang juga seorang pelukis surealis populer. Karya pertama dari Mark Rayden yang membuat Roby terkesan adalah California Brown Bear. Dalam satu lukisan sederhana dengan seekor beruang coklat sebagai objek tunggal, si pelukis mampu membuat para penikmat lukisan bertanya tanya.

 

Jika dilihat sekilas saja, karya Mark Rayden dan Roby memiliki banyak kesamaan, yakni menggunakan bentuk tokoh yang menyerupai kartun terkenal Alice in Wonderland. Namun jika diperhatikan dengan seksama, karya milik Roby lebih mengarah ke emosi kesedihan yang melankolis. Hal ini pun juga diakui oleh sang seniman. Ia mengaku terinsipirasi dari lingkungan sekitarnya.

 

Cerita dasar dari lukisan miliknya kebanyakan adalah cerita anak-anak. Ketimbang menonjolkan sisi “imaginasi”, Roby menarik keluar aura hitam dibalik masing masing cerita. Tokoh yang paling sering muncul adalah kelinci dan anak kecil. Kedua hal ini melambangkan masa lalu Roby sendiri dan juga sisi kekanak kanakan yang ingin ia munculkan.

 

Dalam salah satu karyanya, Ballad of a Hero #3, Roby memadukan anak perempuan berkepala kelinci yang duduk di samping kepala power ranger berukuran besar. Yang menarik adalah si gadis memangku sebuah otak kecil, sedangkan di dalam helm power ranger terdapat otak berukuran besar. Jika diperhatikan dengan seksama, pesan yang ingin disampaikan adalah logika yang sering dikalahkan perasaan.

 

Seorang seniman memiliki caranya sendiri untuk menyampaikan cara pandangnya terhadap suatu hal. Tujuan yang ingin dicapai tak hanya penyampaian emosi, tetapi juga keindahan dan pemunculan pertanyaan menggelitik dalam hati bagi mereka yang menikmati karyanya. Dengan bakat yang terus dipupuk sejak usia dini, Roby mampu memadukan kesenduan menjadi karya seni yang indah. Tertarik untuk menikmatinya juga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *