Seni

Cara untuk Menikmati Sebuah Seni

Mengeksplorasi karya seni dari berbagai belahan dunia bisa menjadi pilihan saat traveling. Tidak hanya menyenangkan mata, masterpiece yang kamu lihat bisa saja dapat memunculkan ide baru. Mulai dari mengunjungi museum, galeri seni, hingga sanggar workshop tentu memberimu perspektif baru.

Cara untuk Menikmati Sebuah Seni

Seni sebetulnya bisa dirasakan seluruh orang asal kita berharap melihat. Bagi orang yang kurang mengerti seni, umumnya wujud apresiasinya berupa jepretan foto selfie bersama dengan karya yang dianggap unik. Walaupun banyak cerita yang bisa digali dari karya tersebut. Berikut empat kiat merasakan karya seni ala Amrazing:

1. Luangkan Waktu untuk Riset
Setiap karya seni tentu mempunyai makna dan pesan yang berupaya disajikan oleh sang pekerja seni. Untuk mengenal makna tersembunyi itu, sebaiknya kita mengerjakan riset kecil-kecilan sebelum mulai mengeksplorasi suatu galeri.

Dapat melewati googling atau membaca website galeri. Dengan mengenal cerita dibalik pembuatan dan makna dibalik suatu karya, apresiasi kita pasti akan lebih dalam.

Semisal kita jadi tahu karya itu pernah terjual berapa mahal, pernah mengatasi rekor dunia mungkin, bagaimana cara kerja pembuatannya. Kabar-info seperti itu aku bisa dari Google. Jadi jangan malas untuk riset.

2. Manfaatkan Fasillitas Multimedia
Banyak galeri seni yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas multimedia, seperti perangkat audio atau visual yang tersebar dalam galeri. Sebaiknya jangan dilalui, ya! Sebab, tutorial yang disediakan pada perangkat multimedia pasti berguna untuk membuatmu lebih mengerti terhadap karya seni.

Sayang jika tak untuk dimanfatkan, karena dari audio guide kita bisa menerima cerita lebih. Semisal di Van Gogh Museum di Amsterdam, di sana diceritakan alangkah menderitanya hidup Van Gogh dulu, pernah dicuekin oleh lingkungannya, dan malah terkenal sesudah ia mati. Cerita menarik seperti itu sayang jika dilewatkan.

3. Selfie Boleh tetapi Jangan Berlebihan
Memperhatikan karya seni yang Instagramable, tentu tangan kita terasa gatal untuk mengambil selfie dengannya. Sah-sah saja berfoto dengan karya seni unggulan kita. Namun ingat, bukan hanya kita yang berharap mengapresiasi karya tersebut.

Tidak ada salahnya selfie untuk reminder tetapi jangan berlebihan, pakai seperlunya saja. Foto satu dua kali boleh, jangan selfie dari seluruh sisi dan melupakan kehadiran orang lain karena itu kurang berbudi pekerti.

4. Jangan Lupa ‘Kepo’ ke Kurator
Setiap galeri seni umumnya mempunyai kurator yang siap untuk melayani pertanyaan pengunjung seputar pameran. Nah, jangan sungkan untuk bertanya. Alternatif kurator untuk memajang suatu karya pasti berdasarkan pertimbangan yang panjang.

Kita memang dituntut untuk menerima cerita-cerita menarik dari artwork. Cerita dari kurator bisa menambah hasil riset kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *