Seni

Banksy, Seniman yang Dikagumi dan Dibenci

Banksy, Seniman yang Dikagumi dan Dibenci – BANKSY sempat bersitegang dengan seniornya di Inggris, Robbo. Konflik otomatis makin mengorbitkan nama Banksy. Nama dia sedang begitu tenar di kelompok seniman serta pemerhati seni grafiti serta seni jalanan.

Banyak pihak yang mengatakannya satu diantara seniman jalanan paling memiliki bakat di waktu ini. Pasalnya, Banksy berkarya dengan simultan serta banyak karyanya berbentuk kritik serta cemoohan pada pemerintah serta tatanan orang-orang.

Umpamanya, karyanya yang terpampang di satu diantara dinding kota Toronto, Kanada, berbentuk gambar seseorang lelaki perlente dengan jas serta dasi, namun di dadanya bergantung satu papan bertuliskan “0% interest in people”. Atau satu grafiti stensil yang dia bikin di satu sisa spot iklan di London bertuliskan “Sorry! The lifestyle you ordered is currently out of stok”.

Banyak gambar-gambar karyanya terpampang di dinding-dinding kota di Amerika serta Eropa. Dengan style gambarnya yang ciri khas, Banksy juga jadi populer, walaupun sedikit yang tahu siapa dia sesungguhnya.

Gambar-gambarnya banyak dipotret oleh beberapa orang, lalu di jual jadi cenderamata. Penyebutan nama Banksy pada bebrapa photo itu seolah jadi jaminan, kalau photo gambar stensil itu asli karya Banksy serta mempunyai nilai seni serta histori.

Banksy tahu beberapa orang yang mulai memakai ketenarannya. Namun nampaknya dia tidak demikian perduli. Di website pribadinya banksy. co. uk, dia menuliskan “Silahkan mengkopi gambar mana juga yang kalian sukai. Buat cenderamata Banksy-mu sendiri untuk maksud nonkomersial. Berpura-puralah kau yang buat gambar tersebut untuk pekerjaan tempat tinggal seni rupa. ”

Tidak cuma di jalanan, Banksy juga berkarya dengan buat film dokumenter. Film karyanya, “Exit Through the Gift Shop” bahkan juga pernah jadi nominasi Academy Awards 2010.

Ketenaran serta kebesaran namanya itu, yang buat banyak seniman beda mulai nyinyir padanya. Umpamanya, Robbo, yang memanglah terprovokasi oleh aksi Banksy.

Dalam wawancara dengan sabotagetimes. com yang diterbitkan pada 25 Desember 2011, Robbo menerangkan kalau konflik itu diawali oleh Banksy. Serta sebelumnya konflik itu berlangsung, dia juga telah tidak suka pada Banksy yang disebutnya jadi orang sombong. Dia juga menilainya Banksy bukanlah orang radikal seperti kesan yang dia tunjukkan lewat karya-karyanya. “Banksy hanya mainan yang (bekerja) dengan tim public relation, ” ucap Robbo.

Tidak cuma Robbo yg tidak sukai Banksy. Seniman grafiti asal Perancis yang membuat style stensil, Blek le Rat, juga menyebutkan tidak sukai padanya. Walau sebenarnya terlebih dulu, Blek le Rat pernah menyebutkan, lumrah bila Banksy menyandang nama besar, karna karyanya memanglah bagus. Namun terakhir, Blek le Rat menuding Banksy jadi seseorang pencontek.

“Saat aku lihat Banksy buat gambar Madonna dengan seseorang anak atau waktu Banksy menggambar tikus, sudah pasti aku segera tahu dari tempat mana dia ambil ide itu. Aku memanglah terasa geram. Saat kau seseorang artis, kau mesti memakai teknikmu sendiri. Begitu susah untuk temukan tehnik serta style dalam seni, jadi waktu kau mempunyai style serta kau saksikan orang yang lain mencurinya serta mereproduksinya, kau akan tidak menyenanginya. Aku tidak paham integritas Banksy. Mungkin saja dia mesti tunjukkan berwajah saat ini serta tunjukkan orang seperti apa dia sesungguhnya, ” gerutu Blek le Rat.

Diluar grup seniman, sudah pasti Banksy tidak gemari oleh pemerintah kota mana juga, dan oleh warga yang menginginkan kotanya bersih serta teratur. Seseorang penulis satir, Charlie Brooker, menulis di koran The Guardian edisi 22 September 2006, “Karyanya (Banksy) cuma tampak demikian cerdas untuk beberapa idiot. ”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *